Pandangan atau Visi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap adalah “Mewujudkan Pengelolaan Sumberdaya Hutan dan Kebun secara Lestari melalui Pemberdayaan Masyarakat” Hal ini sinergis dengan arah pembangunan dan paradigma kehutanan saat ini yang berbasis pada masyarakat (Community Based Forest Management).
Kedudukan Dinas Kehutanan dan Perkebunan adalah sebagai unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang Kehutanan dan Perkebunan. Tugas pokok Dinas Kehutanan dan Perkebunan menurut Keputusan Bupati Cilacap Nomor 19 Tahun 2008 pasal 3 adalah membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintahan di bidang Kehutanan dan Perkebunan
Untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Cilacap, maka dibentuk Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOT). Hal ini Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 19 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Cilacap. Dipimpin oleh Pejabat Esselon II.
Kabupaten Cilacap merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang memiliki luas wilayah terbesar mencapai 234.797,4 Ha atau sekitar 6,94 % dari luas propinsi Jawa Tengah termasuk didalamnya luas pulau Nusakambangan 11.510,552 Ha (Pemutakhiran Data Tahun 2008). Secara geografis, Kabupaten Cilacap berada diantara 108o33’13.67’’ – 109o23’40,51’’ BT dan 7o8’20,91’’ – 7o47’11,35’’ LS. Potensi sumber daya hutan yang dimiliki mencapai 77.412,88 Ha atau 32,68 % dari luas wilayah Kabupaten Cilacap. Terdiri dari Hutan negara 54.669,80 Ha dan Hutan Rakyat 22.743,08 Ha (Dishutbun Kab. Cilacap, 2008). Disamping potensi kehutanan yang cukup besar, kab. Cilacap memiliki potensi perkebunan yang cukup diandalkan untuk menjadi daerah tujuan investasi. Saat ini luas Perkebunan Besar Negara/ swasta adalah seluas 12.451,44 Ha dan perkebunan rakyat seluas 33.355 Ha, jenis komoditas yang diusahakan dan paling diminati adalah karet. Terkait pembangunan kehutanan Sebagaimana...
Pengembangan perkebunan karet memberikan peranan penting bagi perekonomian nasional, yaitu sebagai sumber devisa, sumber bahan baku industri, sumber pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta sebagai pengembangan pusat-pusat pertumbuhan perekonomian di daerah dan sekaligus berperan dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Guna mendukung keberhasilan pengembangan karet, perlu disusun Teknis Budidaya Tanaman Karet digunakan sebagai acuan bagi pihak-pihak yang terkait pengolahan komoditi...
Sengon dalam bahasa latin disebut Albazia Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai – petaian. Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti berikut : Jawa : jeunjing, jeunjing laut (sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (jawa). Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore). Bagian terpenting yang mempunyai nilai ekonomi pada tanaman sengon adalah kayunya. Pohonnya dapat mencapai tinggi sekitar 30–45 meter...